Seorang pemimpin, ia bukanlah terlahir dari bakat, atau hadir dari awal mula seseorang hidup di dunia. TIDAK! Pemimpin itu dididik, dilatih, diciptakan, dibentuk, serta diperjuangkan. Setiap pemimpin hebat yang ada di dunia ini entah ia terkenal atau pun tidak, maka mereka melalui serangkaian proses yang seringnya tak panjang untuk mendapatkan kemampuan yang dinilai orang lain sebagai kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, dan tentu saja berpengaruh bagi orang – orang yang ia pimpin.

Kebanyakan orang bisa dilatih untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat, selama ia adalah manusia, memiliki akal yang masih berfungsi, maka ia memiliki potensi besar dengan manusia lainnya untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat.

Yang menjadi tugas besar bagi seorang pemimpin dan bisa dikatakan tugas mendasar dan paling awal dalam menjadi seorang pemimpin. Tugas itu adalah :

1. MENENTUKAN ULTIMATE GOAL

2. MENULARKANNYA KEPADA YANG DIPIMPIN

Pembahasan tentang yang pertama, biasanya Saya bahas dalam sesi khusus pada materi upgrading SDM korporat yang Saya miliki. Yakni pada materi MINING YOURSELF dan THE POWER OF DREAM.

Nah, untuk saat ini mari kita sedikit membahas tentang yang KEDUA ya. Tentang menularkan apa yang menjadi tujuan seorang pemimpin atau visi atau ultimate goalnya kepada setiap orang yang dipimpinnya. Siap?

Silahkan dirapikan dulu tempat duduknya. Tata dulu hati dan pikirannya. Jangan lupa sediakan secangkir kopi dan sepiring makanan ringan untuk menemani sesi pembelajaran kita kali ini. ^^

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menginduksikan apa yang dipahami oleh seorang pemimpin kepada yang dipimpinnya. Tentu dengan asumsi ia sudah menentukan visi dan misi nya dalam mengemban sebuah kepemimpinan.

Mari disimak langkah – langkahnya berikut ini..

LANGKAH 1

“Menjadi JELAS tentang TUJUAN”

Hal penting pertama usai seorang pemimpin memiliki tujuan dan visi adalah menjelaskan dan tentu saja memperjelas visinya kepada orang – orang yang dipimpinnya. Hal ini dilakukan dengan menyampaikan apa keinginan Anda sebagai seorang pemimpin, menjelaskan mengapa Anda menetapkan tujuan demikian, dan apa pentingnya tujuan Anda tersebut.

Dari sini, setidaknya orang – orang yang Anda pimpin akan merasa tenang karena mereka dipimpin oleh seseorang yang memiliki tujuan dan arah.

LANGKAH 2

“Menekankan aspek AFINITAS”

Berikutnya, untuk memulai menularkan visi dan tujuan kepada setiap orang yang kita pimpin. Maka, mulailah mencari aspek afinitas, atau aspek kesamaan. Di awal, walau orang – orang yang kita pimpin memiliki karakter yang berbeda, pandangan dan tentu saja sifat yang berbeda. Tapi, membahasnya lebih dalam di awal adalah suatu hal yang kurang tepat dan tentu saja ketidakbijaksanaan.

Untuk awal, agar apa yang menjadi tujuan dan visi dari seorang pemimpin menjadi lebih mudah untuk diterima, dipahami, dan disetujui oleh orang – orang yang dipimpinnya maka fokuslah terlebih dahulu ke persamaan – persamaan yang bisa diutamakan. Membicarakan persamaan akan membuat sesuatu menjadi lebih mudah untuk dibagikan dan dikomunikasikan.

LANGKAH 3

“Bicara tentang MEREKA”

Agar mereka yang dipimpin menjadi lebih mudah menerima apa yang menjadi tujuan dan visi kita sebagai seorang pemimpin. Maka, ketika kita mengkomunikasikan tujuan dan visi kita kepada mereka, Anda juga harus menyampaikan dan menjelaskan bagaimana pentingnya keterlibatan mereka dalam pencapaian tujuan dan visi tersebut.

Dan, Anda pun harus menyampaikan bagaimana pencapaian tujuan dan visi tersebut juga memberikan kebaikan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Mengapa? Karena seseorang cenderung akan menyetujui sesuatu yang mereka yakini memberikan manfaat dan kebaikan serta keuntungan bagi mereka. Anda tentu bisa memahaminya, karena baik Anda dan Saya pun demikian. Betul apa betul? Hehe. Sehingga kita hanya memanfaatkan hal ini.

LANGKAH 4

“Percaya dengan MEREKA”

Untuk membuat mereka yang Anda pimpin juga mengambil dan mempercayai tujuan dan visi yang Anda tentukan sebagai seorang pemimpin, maka Anda harus memberikan kepercayaan dan juga kesempatan bagi mereka untuk berjuang bersama dengan Anda untuk meraih tujuan dan visi tersebut. Di satu sisi, Anda pun harus meyakinkan bahwa mereka memang mampu untuk melakukannya. Dan Anda pun harus membuat mereka percaya terhadap diri mereka sendiri. Intinya, kepercayaan yang diberikan akan menjadi semacam kekuatan untuk memperjuangkan tujuan dan visi bersama antara seorang pemimpin dan yang dipimpin.

..

.

Empat langkah sederhana ini Saya harapkan bisa membantu Anda dan juga diri Saya sendiri untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih baik lagi dan tentu saja lebih berpengaruh dalam hal yang lebih baik.

Semoga berkah dan bermanfaat. ^^


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.